Kelihatannya sepele kan? Tapi sumpah, ini sebenarnya sangat penting. Baru saja, sandal japit yang sehari-hari saya pakai talinya lepas. Saking sayangnya dan susahnya memasukkan tali sendal tersebut, saya sampai bela-belain jalan kaki ngesot. Harapannya nanti di ruangan ada obeng yang bisa digunakan sebagai alat bantu untuk memasukkan tali sendal itu.
Setelah ketemu obeng, saya utak-atik sandal itu. Tapi tetap susah minta ampun. Bahkan beberapa teman seruangan yang melihat pun penasaran hingga ikut-ikutan membantu memasukkan tali sendal tersebut. Tapi apa mau dikata, tetap tidak mau masup!
Saking desperate-nya, saya pun mencari pengalaman orang lain di Google dalam hal memasukkan tali sendal jepit ini. Hasilnya? NIHIL! As you can guess, inilah asal muasal inspirasi saya menuliskan artikel ini.
So, kalau para Pengunjung Pelarian menebak bahwa dengan dituliskannya artikel ini berarti saya sudah berhasil memasukkan tali sandal jepit tadi, maka ANDA BENAR!
Penasaran kan dengan cara saya memasukkan tali sendal ini?? Nah, berikut ini alat yang perlu Anda siapkan terlebih dahulu:
1. Obeng pipih yang panjang tapi tidak terlalu besar.
2. Tubuh dan tangan yang sehat bin kuat.
3. Sabun cair untuk cuci tangan.
Langkah-langkahnya sebenarnya mudah sekali:
1. Tempelkan bagian muka tali yang membesar bin mblendug itu di depan muka atas sandal yang berlubang kecil itu.
2. Tekan bagian pinggir muka tali sendal yang membesar/mblendug untuk masuk ke lubang yang kecil menggunakan bagian pipih obeng.
3. Setelah ada satu bagian muka yang berhasil masuk, jangan tarik obeng Anda keras-keras, tapi pelan-pelan saja.
4. Langkah nomor 2 dan 3 bisa juga dibantu dengan air sabun untuk melicinkannya.
5. Lakukan langkah nomor 2 dan 3 pada seluruh keliling bagian muka tali sendal yang membesar/mblendug tersebut sampai berhasil masuk tali sendal tersebut.
6. Voila, anda tinggal mencuci tangan beserta perkakas Anda dengan sabun cair, dan sandal Anda pun dapat digunakan kembali.
Selamat! Karena dengan tidak membuang sandal japit Anda yang terlepas talinya untuk kemudian membeli sandal japit baru, tetapi melakukan langkah-langkah reparasi kecil ini, Anda telah melakukan penghematan seharga satu kali makan siang..!!!
)
Oh iya, sebagai tambahan informasi, dari searching saya di i-net, ada saran kesehatan dari Qween tentang sandal japit di http://qweenindedark.blogspot.com/2009/05/sandal-jepiit.html.
Katanya:
A. Spesialis kesehatan kaki berpendapat sandal japit itu ternyata tidak baik bagi kesehatan. Jika dipakai terlalu lama atau terlalu sering, sandal japit bisa menyebabkan cedera dan masalah kaki.
Berikut ini adalah sinyal peringatan dini yang harus diwaspadai oleh para pecandu sandal japit:
1. Jari bengkok (hammertoe)
Otot tetap berkontraksi karena mencengkeram sandal agar tetap pada tempatnya.
2. Melepuh
Disebabkan oleh iritasi di tempat tali karet menggesek di antara dua jari kaki.
B. Hindari penggunaan sandal jepit ketika:
1. Berjalan di permukaan yang licin.
2. Mengemudi.
3. Berlari.
4. Berjalan jauh.
C. Kekurangan sandal jepit:
1. Tidak ada perlindungan. Sehingga bisa meningkatkan risiko jari kaki luka atau patah karena menabrak kaki meja, terkena benda tajam, dan terbakar panas sinar matahari. (mungkin cantengan adalah salah satunya *pengalaman bo’*)
2. Tidak memiliki lengkungan pendukung. Sehingga bisa menyebabkan nyeri tumit.
3. Tidak memiliki pendukung pergelangan kaki atau daya tarik. Sehingga membuat orang mudah terpeleset, keseleo, dan patah kaki. (Makanya nama Inggrisnya itu slippers)
D. Berjalan dengan sandal jepit menciptakan ketegangan tambahan.
1. Guncangan dari tumit mencapai lutut dan kembali ke tumit.
2. Tekanan berat pada tendon achilles.
3. Otot plantar fascia, di lengkungan telapak kaki, tegang.
4. Jari harus bekerja ekstra.
OK, semoga tulisan di atas dapat membantu Anda semua para Pengunjung Pelarian


bagus banget nih tulisan nya, bisa nambah deh ilmu ku, salam kenal ya
Sekarang sendal jepit keren”yah??