12
Feb
09

Merrill Lych Bagi Bonus Lagi – Bukti Ketamakan Barat

US-BANKING-COMPANY-MERRIL LYNCHSatu lagi bukti bahwa sistem ekonomi kapitalis telah menciptakan monster-monster haus uang dan kekuasaan.

Salah satu bank besar di AS yang telah dibail-out pemerintah AS, Merril Lynch, kembali bagi-bagi bonus kepada sekitar 700 direksi dan officer mereka meski bangkrut dan diakuisisi Bank of America (lihat kutipan di bagian bawah).

Sementara pada waktu yang sama, banyak warga AS yang kelaparan dan pengangguran. Bukan hanya warga AS, warga dunia pun menderita oleh karena menyusutnya pasar. Paket bail-out dan stimulus yang dikeluarkan masih belum menampakkan hasil meski jumlahnya terus ditambahkan. Bukan tidak mungkin solusi yang selama ini digunakan pemerintahan Barat untuk meredakan krisis ibarat menyiramkan bensin ke kobaran api.

Lalu apa langkah baru pemerintahan AS?

Obama dalam artikelnya dalam Washington Post menunjukkan strateginya menaklukkan krisis utang global ini: “Rencana ini bukan sekedar resep bagi pembelanjaan jangka pendek, ini adalah strategi bagi pertumbuhan dan pelebaran kesempatan jangka panjang bagi Amerika di sektor-sektor seperti energi yang terbarukan, kesehatan, dan pendidikan. Dan strategi tersebut akan diimplementasikan dengan transparansi serta akuntabilitas, sehingga warga Amerika tahu kemanakah uang pajak mereka mengalir dan dibelanjakan.”

Intinya ia akan berusaha menggantikan krisis yang sebelumnya digerakkan oleh gelembung ekonomi sektor properti dengan gelembung yang lain. Ia akan menggerakkan aliran uang ke sektor energi yang terbarukan meski banyak keraguan atas penerapan teknologi tersebut. Sementara kesehatan dan pendidikan yang mencakupi porsi kecil dalam perekonomian AS akan hampir tidak mungkin untuk menggembosi gelembung ekonomi sektor properti.

Pemerintah Barat sebenarnya tidak benar-benar berusaha menyelesaikan masalah yang mendasar bagi mereka. Mereka terus saja menambal retak-retak yang diciptakan sektor perbankan dan perusahaan besar ritel dengan mengalirkan uang kepada mereka. Bail out yang diterima perbankan AS telah digunakan untuk menambal kerugian mereka tanpa ada rencana pemberian pinjaman kepada publik atau bank lain. Maka, berbagai macam bail out yang digunakan sangatlah useless.

Masalah mendasarnya adalah bahwa apa yang berusaha kapitalisme dapatkan dalam perekonomian, yakni pertumbuhan ekonomi yang abadi, dengan kata lain there is no enought. Pemerintah Barat berusaha merangsang pembelanjaan dengan harapan agar perekonomian dapat distarter ulang. Namun justru pembelanjaan konsumen melalui akumulasi utang-lah yang menciptakan masalah sesungguhnya. Again, the problem is about greadiness. Pemerintahan Barat dan yang membebek kepadanya berusaha menyembuhkan penyakit ini dengan penyakit itu sendiri: tamak akan uang untuk konsumsi.

Refleksi kita adalah, kita menyaksikan bahwa setiap kali ekonomi dunia menuju resesi, maka setiap nilai kapitalis akan dibuang demi mencegah pelorotan ekonomi dunia. Ketika Barat selama bertahun-tahun melalui IMF, Bank Dunia, dan WTO memaksakan pasar bebas yang tidak memiliki regulasi ke negara-negara sedang berkembang, ketika perekonomian mereka sendiri jatuh ke dalam jurang, maka mereka menjadi semakin sosialis dan melakukan banyak intervensi dalam skala yang tak pernah terjadi sebelumnya. Maka akankah kita tetap membebek ke sistem yang rusak ini?

Di tengah kondisi keuangannya yang ‘berdarah-darah’ dan harus diambil alih oleh Bank of America, Merrill Lych ternyata tetap membagikan bonus paling tidak US$ 1 juta atau sekitar Rp 11 miliar untuk sekitar 700 pejabat tingginya. Bonus tersebut merupakan bagian dari US$ 3,6 miliar bonus yang diberikan Merrill pada Desember, sebelum akhirnya mengumumkan kerugian untuk kuartal terakhir dan akhirnya diambil alih oleh Bank of America.

Hal tersebut terungkap dalam surat Jaksa Agung New York Andrew Cuomo kepada Komite Jasa Keuangan DPR AS mengenai skandal tersebut. “696 orang menerima bonus hingga US$ 1 juta atau lebih,” ujar Cuomo dalam surat tersebut seperti dikutip dari AFP, Kamis (12/2/2009). Cuomo mengatakan, pembayaran bonus dan waktunya menimbulkan pertanyaan serius apakah jajaran Direksi Merrill Lynch dan Bank of America lalai dalam menjalankan kewajiban sekaligus melanggar kewajibannya.

Dalam salinan surat tersebut juga diketahui bahwa Kejaksaan Agung kini sedang mempelajari kemungkinan adanya pelanggaran atas kewajiban kepada pemegang saham yang dilakukan oleh pejabat senior dari kedua perusahaan. “Jika mereka melakukannya, maka ini akan menambahkan masalah tambahan yang serius karena penggunaan dana para pembayar pajak yang tidak semestinya,” tegas Cuomo. ”Keputusan Merrill Lynch yang secara diam-diam dan lebih awal membagikan bonus sekitar US$ 3,6 miliar serta kemungkinan keterlibatan Bank of America di dalamnya menimbulkan pertanyaan yang serius,” ujarnya lagi.

Padahal para pemegang saham dan investor sebelumnya menyatakan keprihatinannya atas kerugian US$ 15,3 miliar yang dicetak Merrill Lynch. Bahkan bank tersebut harus diambil alih Bank of America melalui bailout kedua pada 16 Januari lalu.

(qom/qom/detik finance http://www.detikfinance.com/read/2009/02/12/070330/1083553/5/keuangan-berdarah-darah-merrill-lynch-tetap-bagi-bonus-jutaan-dolar )

Just for update:

Menkeu: Pembangunan-perumahan-dorong-aktivitas-ekonomi

Jakarta (ANTARA News) – Menteri Keuangan/Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pembangunan perumahan memiliki dampak yang sangat besar terhadap aktivitas perekonomian. “Multiplier effect atau dampak pengali pembangunan rumah terhadap aktivitas ekonomi sangat banyak,” kata Sri Mulyani di Gedung Syafruddin Prawiranegara Bank Indonesia (BI)B Jakarta, Kamis.

Menurut dia, alasan itu yang antara lain mendorong pemerintah memprioritaskan pembangunan perumahan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2004-2009. “Program pemenuhan kebutuhan perumahan mendapat prioritas tinggi, tentu saja bukan karena rumah merupakan kebutuhan pokok tetapi juga memiliki arti ekonomi luas,” kata Sri Mulyani. Ia menyebutkan, begitu diputuskan rumah akan dibangun, akan membutuhkan banyak input, dan setelah dibeli maka ada kebutuhan untuk mengisinya apakah dalam bentuk furniture atau perabotan rumah tangga lain. Setelah ditinggali, lanjutnya, maka juga akan muncul kebutuhan lain yang menyangkut kegiatan sosial ekonomi seperti transportasi, sekolah, dan lainnya.

Sementara itu mengenai peran Depkeu di bidang perumahan, Menkeu mengatakan, pihaknya melalui Bapepam-LK akan ikut mengembangkan pasar sekunder terkait sektor perumahan. Menurut dia, Bapepam-LK ikut membidani lahirnya PT Sarana Multigraha Finance (SMF) yang antara lain melaksanakan visi mengembangkan pasar sekunder di Indonesia di sektor perumahan. “Ini misi berat karena dalam konteks masyarakat Indonesia, rumah dipandang sebagai investasi sekali saja sehingga tidak likuid,” katanya.

[http://www.antara.co.id/arc/2009/2/12/menkeu-pembangunan-perumahan-dorong-aktivitas-ekonomi/]

Surat-berharga (utang)-negara-kembali-raih-penghargaan-internasional

Jakarta, 12/2 (ANTARA) – Pemerintah Indonesia kembali memperoleh penghargaan internasional terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Negara.

Pada hari Rabu, 11 Februari 2009, Pemerintah Indonesia menerima penghargaan dari IFR Asia sebagai The Best Islamic Deal dan The Best Indonesia Capital Market Deal atas penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (sukuk negara) seri IFR0001 dan IFR0002.

Pemberian penghargaan ini diselenggarakan di Hong Kong di mana pada keesokan harinya tanggal 12 Februari 2009, Pemerintah juga menerima penghargaan dari Finance Asia untuk kategori Best Sovereign Bond of The Year atas penerbitan Obligasi Negara dalam valuta asing (global bond) bulan Juli 2008.

Penerbitan global bond dan sukuk negara ini telah mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari pasar keuangan global. Sebelumnya, pada tanggal 15 Januari 2009, Pemerintah juga telah menerima tiga penghargaan sekaligus atas penerbitan global bonds bulan Januari dan Juni 2008 dari media keuangan internasional, The Asset.

Penghargaan yang diraih adalah untuk kategori sebagai berikut:

  1. Best Issuer;
  2. Best Sovereign Bond untuk penerbitan Obligasi Negara dalam valuta asing seri INDO-18 dan INDO-38;
  3. Best Deal in Indonesia untuk penerbitan Obligasi Negara dalam valuta asing seri INDO-18 dan INDO-38.

Sedangkan pada tanggal 4 Februari 2009, Pemerintah juga telah menerima penghargaan dari Alpha Southeast Asia untuk penerbitan sukuk negara, dengan kategori penghargaan:

  1. Best Deal of The Year;
  2. Best Sovereign Deal of The Year in Southeast Asia.

Dengan demikian total penghargaan yang telah diraih pemerintah Indonesia terkait dengan pengelolaan Surat Berharga Negara telah mencapai delapan penghargaan.

[http://www.antara.co.id/arc/2009/2/12/surat-berharga-negara-kembali-raih-penghargaan-internasional/]

Let me reassert my point:

Akankah kita tetap nyemplung dan membebek ke sistem yang rusak ini?

[Rizki S. Saputro]


2 Tanggapan ke “Merrill Lych Bagi Bonus Lagi – Bukti Ketamakan Barat”


  1. 1 putra
    13 Februari , 2009 pukul 11:43 am

    Tinggalkan Segera Sistem Kapitalisme!

    [Al-Islam 442] Baru saja Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF diselenggarakan sejak 28 Januari s.d 1 Februari 2009 di Davos, Swiss. Forum tersebut dihadiri oleh para CEO (pimpinan) perusahaan besar dunia, para kepala negara, menteri ekonomi, lembaga dunia (PBB, World Bank, IMF) dan tidak ketinggalan para jurnalis.

    Selama lima hari, lebih dari 2.500 pengusaha dan pemimpin politik berdiskusi mengenai apa yang disebut dengan krisis Kapitalisme. Namun, sebagian besar diskusi hanya menggambarkan permasalahan, bukannya solusi. Menurut para pakar, peserta pertemuan Davos tidak memiliki kemampuan untuk menyelesaikan krisis ekonomi.

    Forum yang bertema ”Shaping the Post-Crisis World” tersebut hanya menjadi sebuah wacana semata. Forum Ekonomi Dunia ini dinilai gagal memberikan solusi atas krisis keuangan global.

    Kishore Mahbubani, Dekan The Lee Kuan Yew School of Public Policy di Singapura mengatakan, “Tidak ada seorang pun yang paham bagaimana mengatasi krisis ini dan apa yang harus kita lakukan agar keluar dari belenggu ini.”

    Menurut Stephen Roach, Kepala Bank Investasi Morgan Stanley, “Davos hanya menjadi ajang debat global semata. Kita kini memulai memasuki fase (tahapan) dari setiap krisis, yaitu permainan saling menyalahkan.”
    Pada bagian lain, ILO (Organisasi Buruh Internasional) menyatakan, saat ini terdapat sekitar 51 juta pekerja di dunia yang terancam kehilangan pekerjaan akibat krisis keuangan dunia. Angka itu membengkak dibandingkan perkiraan Oktober tahun lalu. Saat itu ILO memperkirakan jumlah PHK 2009 akan mencapai 20 juta. Jika resesi 2009 lebih dalam dibandingkan perkiraan semula, krisis ketenagakerjaan global akan benar-benar sangat buruk.

    Menurut IMF, perekonomian dunia tahun ini diperkirakan hanya akan tumbuh 0,5 persen. Perekonomian dunia saat ini sedang berhadapan dengan resesi mendalam.
    Paket Stimulus untuk Pemulihan Ekonomi

    Di AS, para senator di Washinton telah mencapai kesepakatan atas paket stimulus (pendorong) ekonomi yang bernilai US$ 780 miliar dari jumlah US$ 900 miliar di tengah pengangguran akibat krisis di AS yang membengkak dan memperlihatkan gambaran terburuk selama 35 tahun. Hampir 600 ribu warga Amerika kehilangan pekerjaannya khusus pada bulan Januari 2009. Uni Eropa sudah mengeluarkan stimulus ekonomi sebesar 350 miliar dolar AS, diikuti Inggris sebesar 259 miliar dolar AS, Australia 47 miliar dolar AS, Cina 560 miliar dolar AS, Singapura 14 miliar dolar AS serta Korea Selatan 11 miliar dolar AS.

    Di dalam negeri, Pemerintah mengeluarkan stimulus fiskal dalam APBN 2009 sebesar Rp 71,3 triliun, yang sebagian besarnya (81%) berupa pengurangan terhadap potensi penerimaan Pemerintah pada akhir tahun anggaran 2009. Pemerintah juga mengeluarkan 7 agenda utama kebijakan untuk mencegah dampak lanjutan krisis keuangan global pada tahun 2009 ini, yakni:
    1. Mengatasi risiko pengangguran baru akibat krisis keuangan dunia.
    2. Mengelola inflasi pada batas tertentu.
    3. Menjaga pergerakan sektor riil.
    4. Mempertahankan daya beli masyarkat.
    5. Melindungi kelompok masyarakat miskin.
    6. Memelihara kecukupan pangan dan energi.
    7. Memelihara angka pertumbuhan ekonomi yang pantas, setidaknya mencapai 4,5 persen.

    Paket stimulus (pendorong) yang dicanangkan negara-negara di dunia, termasuk Indonesia, sepintas terkesan menjanjikan akan dapat memulihkan kembali keadaan ekonomi di masing-masing negara. Namun, kita melihat perangkat-perangkat kebijakan ekonomi yang akan digunakan sebagai kendaraan untuk merealisasikan paket-paket stimulus tersebut tidak akan bisa menjawab persoalan ekonomi yang sedang dihadapi. Pasalnya, perangkat yang digunakan masih tetap diambil dari sistem ekonomi kapitalis yang sudah rusak itu. Selama perangkat ekonomi kapitalis yang dijadikan alat perbaikan ekonomi, berapapun besarnya paket stimulus (pendorong) tidak akan mengantarkan pada kesejahteraan masyarakat.
    Perangkat Ekonomi yang Digunakan

    Secara umum perangkat-perangkat ekonomi Kapitalisme yang akan digunakan negara-negara di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, adalah sebagai berikut:

    Pertama: Perbankan. Pencairan paket stimulus ekonomi akan dilakukan melalui perbankan agar dapat mendorong peningkatan di sektor riil melalui kredit perbankan. Pembiayaan melalui kredit perbankan ini akan menciptakan bunga yang dapat menimbulkan inflasi, yakni naiknya harga barang dan jasa serta menurunnya nilai uang secara terus-menerus, yang berakibat pada semakin melemahnya daya beli masyarakat.

    Kedua: Pasar non-riil (pasar modal, pasar uang, pasar berjangka). Pemerintah berusaha menjaga kinerja pasar modal, pasar berjangka dan pasar uang agar tetap stabil sehingga tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat yang bermain di sektor ini. Namun, ketika pasar non-riil bergairah dan dapat menguntungkan dalam waktu sekejap, maka orang akan berbondong-bondong memborong saham dan surat berharga lainnya. Ini jelas sangat dilematis. Pasti terjadi, di satu sisi Pemerintah berupaya mendorong sektor riil melalui kredit perbankan, di sisi lain uang yang disalurkan melalui sektor perbankan terserap di pasar non-riil untuk transaksi spekulatif (untung-untungan). Dengan kondisi seperti ini sektor riil tidak akan bergerak.

    Ketiga: Pengelolaan sumber kekayaan. Dalam sistem ekonomi Kapitalisme, invidividu/swasta (termasuk pihak asing) dibebaskan untuk menguasai sumber-sumber kekayaan yang memiliki cadangan besar (seperti minyak; batubara; gas; logam mulia; dsb). Akibatnya, pengelolaan sumber-sumber kekayaan tersebut lebih ditujukan untuk memperkaya diri, bukan untuk tujuan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Hal ini terbukti dengan terbentuknya jurang pemisah yang sangat dalam antara yang kaya dan miskin.

    Keempat: Penggunaan mata uang kertas. Berapapun besarnya paket stimulus/pendorong ekonomi, tetap saja akan menggunakan mata uang kertas yang tidak dijamin dengan emas sehingga ia tidak bernilai sama sekali.

    Inilah yang menjadi perangkat seluruh negara yang mengadopsi sistem ekonomi Kapitalisme, termasuk di negeri ini. Mereka tidak akan keluar dari perangkat-perangkat di atas karena itulah yang menjadi pilarnya, dan di atas pilar-pilar itulah ekonomi Kapitalisme berdiri.
    Solusi Islam

    Dalam pandangan Islam, justru perangkat-perangkat di atas itulah yang menjadi akar penyebab timbulnya krisis ekonomi. Selama perangkat tersebut dijadikan pilar ekonomi maka selama itu pula krisis ekonomi akan terus terjadi.

    Oleh karena itu, jelas sistem ekonomi Kapitalisme harus segera ditingggalkan. Sistem ini harus segara diganti dengan Sistem Ekonomi Islam.

    Pertama: Dalam sistem Ekonomi Islam, perbankan yang berbasis bunga tidak diperlukan. Pasalnya, bunga (riba) secara tegas telah diharamkan dalam Islam (Lihat, misalnya QS al-Baqarah [2]: 275 dan 279). Sebagai gantinya, segala bentuk pembiayaan akan dilakukan secara langsung oleh para investor kepada para individu yang membutuhkan modal, melalui mekanisme kerjasama bisnis (syirkah) yang islami. Pemerintah melalui Baitul Mal (Kas Negara) juga akan membiayai berbagai sektor ekonomi secara langsung kepada para pengusaha tanpa bunga. Inflasi (kenaikan harga barang dan jasa serta penurunan nilai mata uang secara terus-menerus) tidak akan terjadi, sebagaimana dalam sistem ekonomi kapitalis akibat adanya sistem bunga uang dalam sistem perbankan.

    Kedua: Pemerintah hanya akan menghidupkan pasar untuk sektor rill saja. Sebaliknya, Pemerintah akan membekukan sama sekali sektor non-riil (pasar modal; pasar berjangka dan pasar uang). Sebab, para pengusaha tidak perlu menerbitkan saham/obligasi untuk mendanai usahanya. Kebutuhan dana sudah dapat dipenuhi melalui akad langsung dengan investor atau melalui Baitul Mal (Kas Negara).

    Ketiga: Pertukaran uang juga hanya akan dilakukan secara spot (kontan/langsung), bukan forward/swap (tidak kontan). Dengan demikian, pasar uang dalam bentuk forward/swap akan terhenti dengan sendirinya. Pemberlakuan sistem pasar riil ini akan menjamin pertumbuhan yang sangat pesat. Sebab, perputaran uang dan barang akan berjalan secara seimbang. Hal ini dapat meningkatkan percepatan arus uang secara riil (velocity of money) sehingga dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

    Keempat: Sumber kekayaan dengan jumlah deposit yang besar menjadi milik umat dan akan dikelola oleh negara. Sebagai kepala negara, Rasulullah saw. pernah menarik kepemilikan atas tambang garam—yang memiliki cadangan dalam jumlah besar—dari sahabat Abyadh bin Hummal (HR at-Tirmidzi). Ini merupakan salah satu dalil bahwa negara memang berkewajiban mengelola secara langsung tambang-tambang yang menguasai hajat hidup orang banyak. Adapun hasilnya akan diserahkan ke Baitul Mal untuk kepentingan rakyat seperti pembiayaan pendidikan dan kesehatan gratis. Bisa juga dalam bentuk harga minyak dan listrik yang murah.

    Kelima: Negara juga akan mempermudah setiap individu untuk mengelola lahan pertanian seluas yang ia inginkan. Rasulullah saw. pernah bersabda:

    «مَنْ أَحْيَا أَرْضًا مَيْتَةً فَهِيَ لَهُ»

    Siapa saja yang menghidupkan tanah mati (tak bertuan) maka tanah itu menjadi miliknya
    (HR al-Bukhari).

    Dengan demikian, distribusi kekayaan untuk kesejahteraan rakyat akan dapat diwujudkan. Di sinilah sumber kesejahteraan akan dapat diwujudkan dan menutup jurang pemisah antara yang kaya dan miskin.

    Keenam: Sistem Ekonomi Islam juga akan menggunakan Dinar dan Dirham sebagai mata uangnya, yang bahan bakunya dari emas dan perak. Dalilnya antara lain adalah adanya firman Allah SWT dalam al-Quran yang melarang penimbunan emas dan perak, yang pada masa Rasulullah saw. merupakan mata uang negara (Lihat: QS at-Taubah [9]: 34). Rasulullah saw. juga telah menetapkan kewajiban zakat uang, yang nishâb-nya adalah dalam emas dan perak.

    Peredaran Dinar dan Dirham palsu bisa diukur dengan cara yang sangat sederhana, tidak seperti halnya uang kertas. Dalam sistem Dinar dan Dirham, mata uang cukup dilihat dari kadarnya saja. Pemerintah tidak perlu khawatir terhadap inflasi karena peredaran Dinar dan Dirham tidak akan bertambah, sebagaimana dalam sistem ekonomi kapitalis akibat sistem bunga dalam perbankan serta pasar non-riil.
    Khatimah

    Dengan penjelasan di atas, dengan mudah dan jelas kita dapat menyimpulkan bahwa sudah bukan waktunya lagi berharap pada sistem ekonomi Kapitalisme yang jelas-jelas telah membawa manusia pada kesengsaraan. Kini tiba saatnya kita beralih pada sistem ekonomi yang lebih ampuh dan berkesinambungan, yaitu Sistem Ekonomi Islam. Sistem ini hanya mungkin tegak dalam sebuah sistem politik dan pemerintahan Islam. Itulah sistem Khilafah, yang seharusnya segera diwujudkan oleh kaum Muslim di seluruh dunia, termasuk oleh kaum Muslim di negeri ini!

    Wallâhu a’lam bi ash-shawâb.

  2. 13 Februari , 2009 pukul 5:22 pm

    sorry, it is greediness, not greadiness


Tinggalkan Balasan




Periwitan Twitter

  • Spanjang sjarah,hny 161.000 ton emas yg tlh dtambang,nyaris tdk ckp u/ mmenuhi 2 kolamrenang OlympicSize,dgn dampak lngkungan yg sgt tinggi-@-1 day ago
  • Bnr2 mainin opini masyarakat pak pulisi ini.Masak mertua NMT baru dtangkap skrg?Dr kmrn cm diintai mlulu.Ketahuan klo mekso nangkap pd 24/12-@-2 days ago
  • Hedonisme today! Dinner pake Whopper, Nonton Avatar di Djatet XXI, pulang naik taksi. Hiks... #Seandainya bisa gowes#-@-2 days ago

Selamat Datang

Diriku

Hai semua....

Kawan, untuk menjaga tali silaturahim, saya mohon kawan-kawan yang sudah mampir sudi untuk membaca ATURAN MAIN dan meninggalkan sedikit jejaknya di RUANG TAMU saya. Saya sangat menghargai kunjungan kawan-kawan ke sini. Terima Kasih.

OIA, bagi kawan-kawan yang kesulitan mencari tulisan-tulisan saya di Pelarian, gunakan saja fasilitas di bawah ini.

Selamat Berlari...

Other languages

For English version click here.

For Arabic version click here.

Just try it and I bet you'll be laughing.

(BTW, it needs a fast internet connection)

Langganan Isi SitusQ

Tanggal Posting

Februari 2009
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Kategori Tag

RSS EraMuslim

  • Laporan: Sarkozy Presiden Eropa yang Paling Mendukung Israel
    Situs "Gan Naim", mengutip pernyataan Hymer yang merupakan pakar urusan internasional Israel, menyatakan bahwa kebijakan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy untuk Israel adalah yang terbaik dibandingkan dengan mantan-mantan kepala Perancis sebelumnya.
  • Mesir Menjadi Negara yang Paling Represif Terhadap Blogger
    Jaringan informasi HAM Arab menggelar konferensi pers di Mesir pada Kamis lalu (24/12) bersama dengan sindikat Wartawan di Kairo, secara resmi mengumumkan laporan yang berjudul: "jaringan sosial dan satu pemberontak dengan sebuah misi," melaporkan sikap pemerintah di 20 negara Arab yang membatasi kebebasan untuk menggunakan internet, meningkat dua […]
  • Lembaga AS: Dukung Kami Untuk Memurtadkan Umat Islam
    Hudson Institute, yang merupakan organisasi sayap kanan di Amerika Serikat yang dikenal sebagai perpanjangan tangan entitas Zionis adalah salah satu pusat intelektual dari kelompok neo-konservatif dan gerakan Zionisme modern.
  • Fazlur Rahman: Lebih dari 8.000 Personil Blackwater Ada di Pakistan
    Maulana Fazlur Rahman pimpinan dari partai Jamiat Ulama Islam Pakistan telah menuduh pemerintah Pakistan tidak mau mengambil tindakan tegas untuk menghentikan kegiatan anti-negara tersebut.
  • Protes Pelarangan Menara Masjid di Swiss, Gereja di Kirkuk Tak Rayakan Natal
    Komunitas Minoritas Kristen di kota Kirkuk di wilayah Irak Utara memutuskan untuk membatalkan dan tidak merayakan natal pada tahun ini. Uniknya, keputusan ini disebabkan sebagai pernyataan bentuk solidaritas komunitas Kristen Kirkuk terhadap keputusan pelarangan membangun menara masjid di Swiss.

RSS Antara – Nasional

  • Cuaca Buruk Berpeluang Hingga Februari 2010 26 Desember , 2009
    Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Serang memperkirakan cuaca buruk bepeluang akan terjadi di wilayah Selat Sunda dan sekitarnya hingga awal Februari 2010.
  • Wapres: Aceh Akan Menjadi Pusat Pendidikan 26 Desember , 2009
    Wakil Presiden Boediono, menyatakan, pemerintah akan menjadikan Aceh sebagai pusat pendidikan .
  • Bayi Berkepala Dua Hanya Bertahan 30 Menit 26 Desember , 2009
    Seorang bayi laki-laki dengan dua kepala, hanya bertahan hidup selama 30 menit pasca menjalani persalinan melalui operasi "Caesarean" di RSU dr Slamet Garut, Jawa Barat, Sabtu siang.
  • 91 Angoota DPD Bentuk Kaukus Antikorupsi 26 Desember , 2009
    Sebanyak 91 anggora Dewan Perwakilan Daerah (DPD) membentuk kaukus Antikorupsi dengan tujuan menciptakan lembaga perwakilan daerah yang bersih dan bebas dari korupsi.
  • Calon Perseorangan Harus Didukung 6,5 Persen Penduduk 26 Desember , 2009
    Calon perseorangan pada pemilihan umum kepala daerah (pilkada) yang digelar Provinsi Kepulauan Riau, Bintan dan Lingga pada 26 Mei 2010 harus mendapat dukungan sebesar 6,5 persen dari total penduduk di daerah setempat.
  • PAN Tak Boleh Didikte Partai Lain 26 Desember , 2009
    Partai Amanat Nasional (PAN) harus mandiri dan tidak mengekor partai politik lain, karena hal itu mencederai amanat partai berlambang matahari itu yang sejak awal menginginkan reformasi total.
  • Pilkada Bengkulu Serentak Mulai Januari 26 Desember , 2009
    Tahapan tujuh pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Provinsi Bengkulu dimulai pada Januari 2010 mendatang, kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu, Dunan Herawan, Sabtu.
  • Ketua DPR Minta Pesantren Yakin Presiden Bersih 26 Desember , 2009
    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Marzuki Ali, meminta kalangan santri dan para ulama untuk tetap meyakini bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersih dari segala tuduhan keterlibatan dalam kasus Bank Century.
  • Sengketa Lahan Picu Pengrusakan Kios di Lahat 26 Desember , 2009
    Sejumlah warga Desa Tanjung Menang, Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan, merusak sekitar 20 kios setelah perundingan mereka dengan Pemda setempat mengenai sengketa lahan menemui jalan buntu.
  • Presiden Prihatin Atas Buku George Aditjondro 26 Desember , 2009
    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono prihatin atas terbitnya buku karya George Aditjondro, namun tidak ada perintah dari Kepala Negara untuk menarik buku itu dari peredaran.

RSS BBC Indonesia

  • Kasus Bibit-Chandra dihentikan
    Kejaksaan Agung akan menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan atas kasus Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto.
    http://www.bbc.co.uk/indonesian/
  • Fiji harus pulihkan demokrasi
    Pemimpin Persemakmuran mendesak penguasa militer Fiji untuk memulihkan demokrasi dan menjamin hak asasi manusia dilindungi.
    http://www.bbc.co.uk/indonesian/
  • Ito gantikan Susno Duadji
    Kabareskrim Mabes Polri Komjen Susno Duadji hari Senin resmi dicopot dari jabatannya dan digantikan Irjen Ito Sumardi.
    http://www.bbc.co.uk/indonesian/
  • Bank Dubai diberi dana baru
    Bank Sentral Uni Emirat Arab menyatakan akan menawarkan likuiditas tambahan sementara bursa saham Dubai siap dibuka hari ini.
    http://www.bbc.co.uk/indonesian/
  • Iran bangun 10 reaktor nuklir
    Pemerintah Iran menyetujui rencana membangun 10 pabrik pengayaan uranium yang baru, demikian laporan media pemerintah.
    http://www.bbc.co.uk/indonesian/

RSS New York Times

Berapa Pengunjung?

  • 176,509 Orang

Sedang On Line

Dari mana?

Posisimu?

Perlindungan

Creative Commons Licence


Secara umum, semua karya yang tertampil di dalam situs PELARIAN -kecuali yang tidak dinyatakan demikian- adalah opini pribadi, tidak ada sangkut pautnya dengan organisasi apapun, dan dilindungi oleh Lisensi dari Creative Commons Attribution-Noncommercial 3.0 Unported License.

Untuk lebih jelasnya, silahkan buka halaman Aturan Main.

Salinan dari lisensi ini bisa didapatkan melalui, halaman web ini atau mengirimkan surat kepada Creative Commons, 171 Second Street, Suite 300, San Francisco, California, 94105, USA.